© Copyright 2010 :: Rumah Pena :: Niken Larasati ::
Welcome to :: Rumah Pena :: Niken Larasati ::

Hewan Peliharaanku

Niken Larasati
Isaac Newton

















Salah satu ilmuwan terkemuka dunia, ahli matematika Inggris terbesar untuk zamannya. Terkenal dengan karyanya pada optik dan teori gravitasi. Padahal di masa kecilnya, ketika sekolah dasar, nilainya sangat buruk sampai gurunya bingung, bagaimana cara memperbaikinya.

Albert Einstein
Dialah ilmuwan terkenal abad 20 yang terkenal dengan teori relativitasnya. Dianggap sebagai ilmuwan terpenting abad 20, penerima 2 hadiah Nobel untuk Fisika. Di masa kecilnya, ia adalah seorang anak yang terlambat berbicara dan juga mengidap Autisme. Ia juga suka lalai dengan pelajaran. Bahkan orangtuanya mengira Einstein cacat mental. Melihat kondisi itu orang tuanya sangat prihatin sehingga ia berkonsultasi dengan dokter. Karena kemampuan berbicaranya yang lambat membuatnya pernah gagal di sekolah dan kepala sekolah menyarankan agar ia keluar dari sekolah. Tentu saja ia memberontak kepada sekolah yang mengusirnya dan menganggapnya sebagai anak yang sangat bodoh.

Bahkan nilainya di sekolah dasar sangat buruk sampai gurunya menyuruhnya berhenti sekolah dan berkata kepada Einstein, “Kamu tak akan bisa belajar apa saja.”

Pada masa kecil, Einstein adalah anak yang baik dan ia punya karakter suka menolong, karakter ini membuatnya makin cerdas. Kemampuan berbahasanya memang lebih rendah dibandingkan kemampuan numerika atau matematika. Ia tidak pernah gagal dalam mata pelajaran matematika. Sebelum ia berumur lima belas tahun ia telah menguasai kalkulus diferensial dan integral yang dipelajarinya secara mandiri/ otodidak. Ia juga memiliki kegemaran untuk memecahkan masalah rumit dalam aritmatika terapan. Orang tuanya ikut mendukung minat Einstein dalam matematika.

Thomas Alfa Edison
Tommy kecil adalah Thomas Alva Edison yang kita kenal sekarang, salah satu penemu terbesar di dunia. Ia hanya bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun itu semua ternyata bukan penghalang untuk terus maju. Ia memegang 1.093 hak paten atas namanya. Di masa kecil, gurunya sering memarahinya dan mengatainya dengan, “Seorang murid yang terlalu bodoh untuk pelajari apa saja.” Ia pun sering dipanggil idiot oleh gurunya. Hingga akhirnya, ia dikeluarkan dari sekolah. Lalu ia pulang ke rumah dengan membawa secarik kertas dari gurunya. Ibunya kemudian membaca kertas tersebut: “Tommy, anak Ibu, sangat bodoh. Kami minta Ibu mengeluarkannya dari sekolah.” Sang ibu terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh, ”anak saya Tommy, bukan anak bodoh. saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia.”

Sang ibu, Nancy Edison, tidak menyerah begitu saja dengan pendapat pihak sekolah terhadap anaknya. Kemudian Nancy Elliot memutuskan untuk berhenti sebagai guru dan berkonsentrasi mengajari sendiri anaknya baca tulis dan hitung-menghitung dengan jalan homeschooling, karena tak ada sekolah yang mau menerima anaknya.

Karier penemuan Edison diawali setelah membaca buku School of Natural Philosophy karya RG Parker (isinya petunjuk praktis untuk melakukan eksperimen di rumah) dan Dictionary Of Science. Ibunya lalu membuatkan sebuah Laboratorium kecil buatnya.

Edison juga gagal dalam lebih 1,000 eksperimen dalam mencipta lampu neon sebelum menjumpa formula sebenar cara menyalakan lampu neonnya. Ia melakukan lebih dari 9.000 percobaan sebelum akhirnya menemukan bola lampu pijar. Bahkan pada saat menemukan lampu pijar, ia mengalami kegagalan sebanyak 9.998 kali. Baru pada percobaannya yang ke 9.999 dia berhasil secara sukses menciptakan lampu pijar yang benar-benar menyala terang. Ia sadar bahwa betapa pentingnya sumber cahaya ini bagi manusia. Dia menghabiskan 40.000 dollar dalam kurun waktu dua tahun untuk eksperimen lampu pijar.

Sungguh patut direnungkan ketika saat keberhasilan dicapainya. Pada saat keberhasilan itu dicapainya, dia sempat ditanya: Apa kunci kesuksesannya. Thomas Alfa Edison menjawab, “SAYA SUKSES KARENA SAYA TELAH KEHABISAN APA YANG DISEBUT KEGAGALAN”. Bahkan saat dia ditanya apakah dia tidak bosan dengan kegagalannya, ia menjawab, “DENGAN KEGAGALAN TERSEBUT, SAYA MALAH MENGETAHUI RIBUAN CARA AGAR LAMPU TIDAK MENYALA”.

Dan hingga akhir hayatnya, Edison tercatat memegang rekor 1.093 temuan paten atas namanya. Lalu bagaimana nasib si guru yang dulu mengatainya bodoh lewat suratnya? Sang guru bukannya mendapat penghargaan, namanya pun tidak pernah terdengar.

Walt Disney
Produser film, sutradara, penulis skenario, aktor suara dan animator, pendiri perusahaan produksi Disney yang kini terkenal sebagai The Walt Disney, memulai bisnis di garasi rumah. Perusahaan produksi kartun pertamanya bangkrut. Dalam konferensi pers pertama, seorang wartawan mengatainya tak punya ide bagus untuk produksi film.

Di masa kecil, setiap pagi Disney selalu bangun pukul setengah empat untuk meilih-milih koran dan mengantarnya kepara pelanggan. Setelah beranjak dewasa, Disney selalu mengalami kemalangan dalam hidup. Ia mencoba masuk ketentaraan namun gagal. Ia juga mencoba melamar ke perusahan- perusahan, namun tidak ada satu perusahaan pun yang mau memperkerjakannya. Sampai pada suatu saat ia tidur di depan emperan bengkel kecil dengan tidur beralaskan koran lusuh. Tidak ada harta yang dia miliki pada waktu itu, dan satu-satunya keahlian yang dia miliki hanya menggambar. Maka mulailah pada saat itu ia mencoba menggambar dan gambar hasil karyanya waktu itu berbentuk hewan. Lalu ia mencoba mengirimkan hasil karyanya ke studio di hollywood. Berbagai tempat studio pun dia datangi, namun bersamaan itu pula penolakan ia alami.

Sampai pada studio kecil yang mau menerima hasil karyanya dan pada waktu itu pun ia diminta membuat alur cerita kartun. Untuk jasanya ini Disney dibayar US$1.500 padahal ia hanya berharap mendapat upah US$ 50 sebulan. Cerita kartun bergerak buatanya kemudian difilmkan dan sukses besar menduduki peringkat pertama di Amerika selama 3 tahun berturut-turut. Dan dengan keberhasilan ini ia pun mendirikan studio, serta mededikasikan seutuhnya untuk kebahagiaan anak-anak sedunia dan mendirikan The Disneyland.

Soichiro Honda
Pernahkah Anda tahu, sang pendiri “kerajaan” Honda–Soichiro Honda–diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih Profesor. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru. “Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya di sekitar mesin, motor dan sepeda,” tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengindap lever.Ia pernah ditolak ketika melamar di Toyota Motor Corporation sebagai insinyur. Ia menganggur terus sampai tetangganya mulai membeli skuter buatan rumahnya. Sesudah itu, ia mendirikan perusahaan sendiri, Honda. Saat ini, Honda adalah salah satu produsen otomotif terbesar di dunia, mengalahkan GM dan Chrysler.

Louis Braille
Louis Braille mengalami kerusakan pada salah satu matanya ketika berusia 3 tahun. Waktu itu secara tidak sengaja dia menikam matanya sendiri dengan alat pembuat lubang dari perkakas kerja ayahnya. Kemudian mata yang satunya terkena sympathetic ophthalmia, sejenis infeksi yang terjadi karena kerusakan mata yang lainnya.

Kebutaan tidak membuatnya putus asa, ia menciptakan abjad Braille yang membantu orang buta juga bisa membaca. Sekarang siapa yang tidak tahu Abjad Braille?


Mark Zuckerberg
Dinobatkan sebagai miliarder termuda dalam sejarah yang memulai dari keringatnya sendiri. Bagaimana tidak, dimulai dari sebuah situs penghubung mahasiswa Harvard, ternyata banyak yang menyukainya, dengan nekat ia mengikuti jejak seniornya, Bill Gates, DO dari Harvard untuk mengembangkan situs tersebut menjadi Facebook yang kita kenal sekarang.

Tahukah Anda? Mark pernah menolak tawaran Friendster yang ingin membeli Facebook 10 juta US$ , artinya sekitar Rp. 9,500,000,000 (kurs Rp. 9,500), tawaran dari viacom 750 juta dolar (Rp. 7,125,000,000,000) dan yang paling mengagetkan tawaran dari yahoo satu miliar dolar (Rp. 9,500,000,000,000).

Anda pasti sudah akrab dengan situs jejaring sosial bernama Facebook tempat di mana Anda berhubungan dengan kolega, atau tempat anda berusaha mencari jodoh, atau sekedar untuk memajang foto anda dengan narsisnya. Nah, Facebook adalah mesin pencetak uang bagi si Mark. Mark adalah pembuat situs Facebook dan sekarang masih menjabat sebagai CEO jejaring sosial tersebut. Mungkin anda pernah bertanya: “Kok Facebook didominasi warna biru mulu ya?” Itu karena si Mark ini ternyata buta warna hijau dan merah, dan warna terbaik yang bisa dia lihat hanya warna biru.

Lalu kenapa dia pernah dibilang bodoh? Karena si Mark nekat mengikuti jejak seniornya Bill Gates, yaitu di DO alias Drop-Out dari Harvard University. Tapi di DO-nya dia bukan karena keasyikan dengan organisasi kampus atau sibuk ‘boya’ cewek-cewek junior, tapi sibuk mengembangkan situs jejaring sosial ini. Di saat teman-teman kampusnya masih sibuk dengan pertanyaan, ”Saya diterima kerja apa tidak ya?”, Mark sudah menjadi milyarder termuda dalam sejarah, dan itu karena usahanya sendiri dan bukan karena warisan nenek moyang.

Pesan: Jangan sesekali kamu mengejek seseorang bodoh! Karena bisa jadi, kelak ia akan jauh lebih sukses daripada kamu. Oke, pada saat kamu mengejek orang itu bodoh, maka kamu ibarat seorang raja / ratu yang bisa seenaknya merendahkan pengawalmu. Namun, pengawalmu juga punya hati yang ingin berada pada kedudukanmu. Suatu keinginan yang besar itulah yang bisa membawanya ke ujung gerbang sukses sebelum memasuki pintu utama. Tapi di sisi lain, tanpa kamu sadari, kamu adalah sebuah kunci. Ketika kata-kata bodoh terucap dari lidahmu, terkadang seseorang akan tersinggung, marah, dan justru malah mendorongnya untuk meraih pintu kesuksesan lebih giat lagi. Dan jika tiba saatnya ia berada dan berdiri di pintu sukses, ia akan merebut kedudukanmu. Intinya, ia lebih sukses daripada kamu.
0 Responses

Post a Comment

Followers